Senin, 30 Juli 2012

maybe ..


Maybe i just hope too much
Maybe i just feel more
Maybe I misinterpreted 
Maybe i'm just jealous
Maybe I'm just prejudiced
Maybe i'm an idiot

or 

maybe ..

i'm in love with you 





Minggu, 29 Juli 2012

siapa dirimu?

siapa sih dirimu yang bisa membuatku melamun sepanjang waktu?

siapa sih dirimu yang datang dengan egoisnya ke dalam mimpi ku tadi malam?

siapa sih dirimu, seenaknya saja datang saat ku terbangun di pagi hari, tanpa mengucapkan sepatah kata pun lalu pergi dengan siluet senyum mu yang berarti harapan!? harapan kosong..

siapaa dirimu, membiarkan otak ku bekerja untuk menghasilkan hormon dopamine? hanya membuat timbul perasaan senang - bahagia - namun semakin membuat ku berharap dan berkhayal dapat memeluk bayangmu

siapa dirimu yang tega membiarkan hormon norephinephrine ku begitu deras terproduksi? hanya membuat pembuluh darahku membesar, membuat kelenjar keringat ku bekerja, membuat detak jantung ku tak bertempo - tak beriringan dengan sistem respirasi ku

siapaa dirimuu!!? 
yang mengulurkan tangan kanan kepadaku memberikan sebuah balon yang besar ~ namun tipis ~ bertuliskan "Harapan untuk mu". ku coba meraihnya, ku ambil, seketika itu juga pecah. 

aku tahu .. 

aku terlalu erat dan tergesa-gesa meraihnya. kemudian, hanya bersisa harapan yang Robek dan kehangatan sesaat yang dihasilkan oleh nitrogen yang keluar dari balon itu menuju ruang atmosfer.
 tak lama, sakit yang muncul

kau malah tersenyum - dengan tangan kiri dibelakang pinggul memegang balon yang cukup besar dan kokoh, bertuliskan ~ "Cinta untuk Dia"

aku tahu Dia bukan lah Aku. 
tak sulit mengartikan tulisan yang kau sembunyikan dibelakang tubuhmu yang menawari keindahan itu.

terlalu silau!

membuatku berpikir pendek sehingga terburu-buru mengambil sesuatu yang seharusnya tak perlu ku ambil, sehingga aku tak perlu menikmati sakit dari pecahannya. tak perlu merasakan kehangatan sesaat. mengikis lapisan epidermis kulit ku

dan kau pun tak meninggalkan sedikit morphine kepada ku
apa kau ingin aku bisa terbiasa dengan rasa sakitnya? karna dengan kebiasaan seseorang bisa mati rasa.
tapi, siapaa yang bisa terbiasa dengan ini?!!


maaf .. jika kau merasa tak pernah bermaksud memberikan balon itu.
salah ku. aku yang terlalu bodoh menafsirkan senyum mu menjadi sebuah harapan, yang padahal kau tak pernah memberikannya.

baik , cukup kunikmati saja rasa sakit akibat teriritasi oleh praduga ku sendiri. oleh perasaan ku sendiri


Aku ...

seseorang yang pandai untuk berharap
namun Bodoh untuk memahami



Rabu, 25 Juli 2012

tak sekedar

Petasan

mampu membuat semua yang melihatmu terpukau dan terhibur
dengan caramu sendiri
melalui cahaya kecilmu yang singkat dan menyilaukan mata
tak perduli meskipun harus hancur berkeping-keping dan menjadi kumpulan abu yang tak mempunyai arti

apakah kau mengajarkan kepada kami - manusia, arti dari pengorbanan sesungguhnya?

yang kadang pamrih dalam memberi

padahal tak harus menjadi kepingan kertas sepertimu




Selasa, 24 Juli 2012

Benci

               Benci masa itu, saat dimana aku menyukaimu secara diam-diam. Hanya bisa melihatmu dari kejauhan tanpa menginginkan dirimu tau bahwa mata ini rindu dengan sorotmu yang mampu menyegarkan mataku secara alami dan mendalam. Benci saat menonton kelincahan tubuhmu ketika berinteraksi dengan sesamamu, sedangkan diri ini hanya mampu terdiam di sudut yang tak mempunyai bayang, seperti paku yang merindukan palu, sudah jenuh dengan proses oksidasi yang berlarut-larut

            Aku berkaraat!!

            Bertemu denganmu adalah perjanjian sepihak, perjanjian yang hanya disetujui dan dikehendaki oleh satu pihak. “apanya yang sepihak bodoh! Dia saja bahkan tak tahu bahwa kau berjanji pada dirimu untuk mencarinya setiap hari”, sisi lain dari diriku seringkali berteriak seperti itu. Entahlah aku tak mengerti apakah sisi lain itu mencoba menghiburku, atau.. malah meyakinkan ku bahwa aku sedang asik tercebur dalam sumur penantian yang tak mempunyai sudut. Tak mempunyai batas, hanya kegelapan yang berbisik menawari Harapan yang tak kunjung bersinar

            Aku benci saat kau ingin beranjak dari depan mata ku dan berkata bahwa kau punya urusan lain. Kau berniat melanjutkan aktifitasmu, melanjutkan harimu. Tapi apakah kau tak tau, kepergian itu yang membuat hari ku terhenti secara paksa. Aku benci tak bisa memintamu untuk tinggal sebentar lagi saja. Tak bisakah kau disini sebentar? Sekedar menemaniku membunuh sepi.. emm tidak tidak, jika memang aku bisa membuat mu untuk tinggal lebih lama lagi, aku tidak akan minta sebentar, aku akan meminta mu untuk tinggal Selamanya. Yaa … walau ku tahu di dunia fana ini tidak ada waktu sepanjang selamanya. Hanya ada dalam dongeng pengantar tidur dan film-film roman picisan, selalu mempertontonkan kemudahan mendapatkan seseorang yang kita suka. Tragic

            Aku benci melihat nama orang itu ada dalam pesan masukmu. Aku sadar, aku terlalu lancang dan berlebihan dari sekedar pengagum rahasiamu. Maaf. Kau boleh murka dengan tubuh ini, tapi jangan kau pernah memaksaku untuk menghilangkan ‘zat’ yang ada di dalam organ merah tua ini. Entah apa namanya. 

Kau tak perlu bertanggung jawab atas perasaanku terhadapmu, karena aku tak pernah memintanya. Perasaan ini tumbuh dengan sendirinya seperti tumbuhan bunga yang tidak mengharapkan ilalang. Tumbuh dengan liar, tanpa harus kau pupuk, tanpa harus kau siangi. Kau tinggal menikmati bunganya saja yang tumbuh seiring dengan berotasinya kau dalam angan ku.

Ambil! Petik! Tak perlu ragu kau akan membuatku layu

Dari banyaknya perhatianku kau tetap tak pernah sadar bahwa ada perasaan yang berbeda, jauh terkubur dalam kesunyian ruh ku. Ya aku tau kita masih teman biasa dan akan selalu seperti ini. Apalagi yang aku harapkan haah?!! Lidah ku saja tak pernah berani berbicara cinta denganmu. Aku juga tak mau menyeretmu masuk ke dalam hubungan yang didalamnya dibanjiri oleh permasalahan yang pelik dan rumit.

Takut. Takut akan menyakitimu. Lebih takut lagi kau yang menyakitiku, karena jika begitu akan lebih takut lagi jika aku mendendam benci kepada seseorang yang pernah aku kagumi.


Dengan sejuta perhatian yang tak pernah menuntut balas. 

Aku .. Sang Stalker Ulung



Dulu, yang Tersembunyi

               Kala masa abu-abu putih masih melekat dalam keseharian kita, aku seringkali memperhatikan sosokmu dari lantai kelasku, lantai paling tinggi yang ada di sekolah kita. dari sudut itulah mataku dengan bebasnya memperhatikan setiap gerak-gerikmu yang rasanya tak ingin ku lewatkan meski se-inchi pun. meski sedetikpun

               Setiap hari ketika langkah ini baru saja sampai di dekat gerbang sekolah, fikiran ini selalu tergelitik untuk mencari wujudmu yang sebenarnya aku tak punya urusan dan keperluan sama sekali. hanya saja aku butuh alasan yang mampu menjelaskan kepada mata dan hati ku bahwa pagi itu cerah. jadi jika mereka tiba-tiba bertanya darimana aku yakin bahwa pagi itu cerah.. aku hanya cukup menjawab bahwa, hari ini aku sudah melihatmu. yaa.. kau lah alasannya

               Di Lantai 3, terdapat dua saksi bisu yang dengan setia mendengar tawa kecilku saat aku menemukan dan memandangi sosokmu. yaitu dia, dinding angkuh tempat punggungku bersandar dengan setia sembari diri ini mencari mu. satu lagi, dia adalah besi pembatas tembok lantai, dimana saat pagi hari terasa dingin bagi tanganku yang bertumpu dengannya. cukup dingin bagi kulit yang merindukan genggaman tanganmu

                Sulit bagi cowo pengecut ini untuk mengucap cinta dan menarasikan perasaan ini di depanmu. tersiksa memang menyembunyikan perasaan yang entah apa namanya. belum pantas rasanya diakui sebagai cinta. pemendaman yang menyakitkan ini memang butuh penjelasan yang tegas, sedikit ungkapan dan keberanian agar rasa ini tak bertepuk sebelah tangan. 
               hehh, jangankan bertepuk sebelah tangan, kau pun tak menyadari bahwa tangan ini ingin melemparkan perhatian dan kepedulian terhadapmu.

               Ingin rasanya ku coba menceritakan rasa ini ke orang terdekatmu, agar mereka bisa menjadi saksi bahwa tak ada ilusi dan animasi yang tersembunyi dalam rangkaian kata.. 
"aku menginginkan dirimu". 
aku bosaan! cukup bosan jika hanya berbicara dengan dinding dan besi yang selalu mempertontokan sikap datar mereka kepadaku, sekalipun mereka tak pernah mengucap lelah ketika mendengarkan curahan hati seorang cowok cengeng ini. ya aku memang tolol!

               aku tolol karena aku tahu masih banyak perempuan diluar sana yang kupikir masih lebih baik yang setidaknya bisa aku dapatkan ... memang sih tidak dengan gampang, tapi setidaknya tidak sesulit lisan ini berbicara cinta kepadamu. terlalu kelu! ahh!

               aku tahu, dibandingkan dengan perempuan-perempuan yang cantik kau bukanlah yang paling cantik. maaf.. tapi kau berbeda. kau dapat membuat hati ku mempunyai pandangan berbeda dari definisi cantik itu sendiri. kau bisa menyusun arti kata cantik dengan kelebihan dan tentunya kekuranganmu sendiri tanpa terikat oleh arti harfiah cantik secara umum. atau setidaknya arti cantik yang sering digambarkan oleh teman-temanku. 

               saat itu kuputuskan,

               untuk menguatkan otot kaki

               meneguhkan hati

               untuk kembali menyusuri setiap anak tangga yang dengan setianya menunggu ku
               saat ku merasa cukup lelah untuk menjadi penggemar mu yang tersembunyi

               tangga yang berujung kepada peraduanku

               Lantai 3 ...

               tempat dimana aku bebas melihat dan menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan

               yang bernama .. 

               Dirimu ..


Dari penggemarmu yang pengecut : )




Sabtu, 21 Juli 2012

Emang sih lebih enak dan lebih mahal
Anggur daripada Apel

Tapi ..

Lebih Enak di-Apel-in kan daripada di-Anggur-in
O,O